Sunday, May 21, 2017

Pesan Dari ArtJog 10



Pembukaan ArtJog 10 pada Jumat 19 Mei 2017 malam, membuat pengunjung bosan berdesakan di pintu masuk sebelah utara gedung Jogja Museum Nasional (JMN). Selagi mengantri, dari ribuan penonton, ada yang sibuk dengan gawai, pelukan, barangkali ada yang ciuman, hingga ada yang melototi instalasi bentuk bola mata disusun menjulang.

Wednesday, February 24, 2016

Secuil Perjalanan Game dan Clash Of Clans


COC sering putus koneksi dan loading yang nyangkut di ujung.

Game, pertama kali yang membuat saya menyukai komputer pada 2002, tahun ketika saya duduk di bangku SMP. Di tahun itu pula, seingat saya, pertama kali melihat benda warna putih bentuk kubus dengan sebatang papan tertulis huruf dan angka. Sebelum saya ketahui namanya komputer, saya mengira benda itu hanyalah sebuah tivi. Kenapa saya harus repot berlari kocar kacir, membenarkan isu ada benda aneh di rumah tetangga sebelah.

Sunday, February 14, 2016

Merancang Huruf Bersama DGA


Huruf Script tulisan tangan saya.

Sebagai orang yang bergelut di bidang desain grafis, saya selalu memerhatikan sebuah huruf. Mata saya selalu tertarik dengan beragam jenis huruf yang tertera dimanapun, baik itu di koran-koran, pamflet pertokoan ataupun baliho dan spanduk di persimpangan jalan. Jika huruf yang digunakan bagus saya akan menikmatinya jika sebaliknya saya akan menghujat dalam hati.

Tuesday, August 18, 2015

Transaksi Non Tunai, Kompasiana dan Live Tweet


Selfie Usai Nangkring Gerakan Nasional Non Tunai. Foto facebook.com/junantoherdiawan

MATA saya masih berat ketika dibangunkan deringan alarm pada pukul 08.25 WIB. Alarm sengaja saya atur malam sebelumnya, bersebab Sabtu, 25 April 2015 pagi itu, saya berencana menghadiri acara Nangkring Kompasiana Bersama Bank Indonesia, bertema Gerakan Nasional Non Tunai. Saat kepala sedang pusing dan tidur yang belum tercukupi, saya sempat berpikir, antara kembali menarik selimut atau mengambil pengalaman baru hari itu.

Tuesday, April 28, 2015

Game Ini Sudah Punah di Kampung Kami (1)

Ilustrasi Game Sambai. (pixabay.com)

Masa kecil adalah masa keemasan, sebab pekerjaan anak sekolahan kerjaannya hanya bermain dan bermain. Tidak ada tanggung jawab yang membuat kepala menjadi berat, seperti menderita karena merasa jomblo, pekerjaan tetap yang belum dapat, skripsi belum kelar, hingga mahar yang kian mahal. Anak kecil hanya mempunyai pekerjaan sekolahan yang harus diselesaikan di rumah (PR), itupun dapat diakali dengan datang lebih awal kesekolah lalu menyontek pada teman yang sudah selesai, sebelum dentingan bel masuk sekolah dimulai. Kalau PR tidak jumpa pada pelajaran jam pertama maka beruntung dapat dilanjutkan saat jam istirahat. (pengalaman pribadi nih, hehe)